
Once in a big village lived many robbers. They would roam around the streets and steal as they willed, out of these, one particular thief used to regularly attend the spiritual discourses given by the local sadhu at the village temple.
Once, while on his way to the assembly his foot was pricked by a thorn. It became red and swollen, that night he couldn’t join his team for their nightly looting, his friends, however, carried on without him.
There was a king in that town who had a lot of wealthy the robbers decided to rob the king that night they broke into the king’s treasury and succeeded in escaping with millions and millions of rupees overnight, they shared the wealth amongst themselves and slept as millionaires.
Hearing of this success, the thief that didn’t go was scolded by his family “Just because you went to the assembly you got hurt and failed to join your friends in that robbery you had to sit here and waste your time you didn’t get a single penny and they’re all millionaires.”
While these words were being repeatedly said the king’s army had arrived they had tracked the robbers down and collected all of them for execution even the innocent thief was lined up for death. All of the robbers, including the innocent one, were lined up ready to be executed.
At that time all the villagers had gathered in the court the sadhu and the local villagers stood up as witnesses and said that the last thief that had been hurt by a thorn had not gone out stealing that night and the king set him free.
Terjemahan
Kisah Luka kecil melindungi Bala Besar
Pada suatu waktu waktu hiduplah sekelompok perampok yang tinggal di sebuah desa. para perampok tersebut selalu berhasil dalam setiap aksinya karena merekaselalu merencanakan aksinya dengan baik.
Pada suatu hari salah satu dari para perampok itu berniat menghadiri sebuah perkumpulan siraman rohani tapi naasnya di dalam perjalanannya kakinya tertusuk duri, dan menjadi bengkak dan berdarah tapi dia tetap menghadiri pertemuan tersebut, dan para orang-orang yang hadir si sana termasuk sadhu (orang suci) melihat kondisi kaki laki-laki tersebut.
Malam pun tiba perkumpulan perampok tersebut berkumpul untuk merencanakan perampokan, tapi laki-laki yang kakinya tertusuk duri tidak bisa hadir, meski demikian teman-temannya tetap melanjutkan rencananya tanpa laki-laki tersebut. mereka pun memutuskan untuk merampok seorang raja kaya raya yang tinggal dikota.
Setelah persiapan sudah mantap mereka pun menjalankan aksinya, mereka berhasil masuk ke dalam rumah sang raja dan membawa harta bendanya kemudian membaginya dan mereka pun menjadi jutawan.
Mendengar keberhasilan teman-temannya, keluarga dari laki-laki yang tidak ikut tersebut menghujat “coba lihat semua teman-temanmu kini menjadi jutawan dan kamu hanya bisa tinggal di rumah bermalas-malasan tanpa menghasilkan apa-apa.”
Raja yang telah mengetahui asal usul perampok mengirim prajurutnya ke desa tersebut dan membawa semua perampok-perampok termasuk yang tidak merampok (terluka kakinya) pada malam itu. mereka di bawah ke alun-alun dan akan dieksekusi (hukum mati).
Mereka dijejer dan semua masyarakat termasuk sadhu menyaksinkannya.
Setelah memperhatikan mereka semua masyarakat memberikan kesaksian bahwa laki-laki yang kakinya terluka itu tidak ikut merampok malam itu, termasuk sadhu membenarkan kesaksian itu. Akhirnya sang Raja membebaskannya dan mengeksekusi yang lainnya.
Terima kasih atas kunjungannya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kemajuan bahasa inggris kalian dan nilai bahasa inggris kalian semakin memuaskan..
Leave a Reply