The Cockerel and the Weasel

Once, while the cockerel was giving a long “cock-a-doodle-doo”, a weasel walked up behind him. “You are a very good singer,” the weasel purred, “but I know a cockerel that can sing perfectly while standing on one leg.”

“That’s easy!” said the vain cockerel, doing the same.

“Ah, but he also shuts his eyes!”

“I can do that too!”

And while the cock was showing off in this fashion, the weasel carried him off into the woods to eat him. When mealtime arrived, the weasel held the cockerel still with his paws and ….

“Didn’t anyone teach you to say grace before eating?” the cockerel interrupted.

“Of course they did!” said the weasel, lifting his paws to put them together. The cockerel didn’t hesitate, but flew straight up to a high branch. The weasel was determined not to give up a meal, so he picked up a dry leaf and pretended to read it.

“It’s a letter from the king!” he murmured and turned to the cockerel. “I don’t understand a single word of it. Why don’t you read it to me?”

“Gladly,” replied the cockerel, “but some other time would be better. I can see a group of hunters coming.”

The weasel ran off and the clever cockerel returned to the hen house.

Terjemahan

Kisah Ayam Jantan dan Musang

Pada jaman dahulu kala, seekor ayam jantan berkokok panjang, tiba-tiba seekor musang di belakangnya. “Kamu adalah penyanyi yang sangat baik,” musang menyanjung, “tapi setahu aku ayam jantan yang bisa menyanyi sempurna adalah sambil berdiri dengan satu kaki.”

“Itu mudah,” kata ayam jantan, lalu melakukannya.

“Ah, tapi ia juga menutup matanya!”

“Aku bisa melakukannya juga!”

Ketika ayam jantan melakukan hal tersebut, musang membawanya kabur ke hutan untuk dimakannya. Ketika waktu makan tiba, musang masih membawa ayam dengan cakarnya dan ….

“Tidak adakah yang mengajarkan kamu berdo’a sebelum makan?” Sela ayam jantan.

“Tentu saja!” Kata musang, kemudian mengangkat cakarnya. Ayam jantan tanpa ragu terbang langsung ke cabang pohon yang tinggi.

Musang tidak menyerah dan berusah kembali mengakali ayam jantan, jadi dia mengambil daun kering dan pura-pura membacanya.

“Ini surat dari raja!” Gumamnya dan berpaling ke ayam jantan. “Ada kata yang saya tidak mengerti, turunlah ke sini dan tolong abcakan untukku? ”

“Dengan senang hati,” jawab ayam jantan, “tapi baiknya lain kali saja karena saya melihat sekelompok pemburu datang kemari. ”
Musang berlari meniggalkan ayam jantan, dan ayam jantan  pun bisa pulang kembali ke rumahnya.

Terima kasih atas kunjungannya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kemajuan bahasa inggris kalian dan nilai bahasa inggris kalian semakin memuaskan..

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.