There was once a Prince who wished to marry a Princess, but then she must be a real Princess. He travelled all over the world with the hopes of finding such a lady, but there was always something wrong. At last, he returned to his palace quite cast down because he failed to find what he wanted.
One evening, when the rain poured down from the sky ‘in torrents and it was as dark as pitch; all at once there was a violent knocking at the door. The old King, the Prince’s father, went out himself to open it.
It was a beautiful young girl who was standing outside the door. She was in a sad condition. The water trickled down from her hair, and her clothes clung to her body. She said she was a real princess.
The old Queen mother, however, did not say anything. She went quietly into a bedroom, took all the bed clothes off the bed, and put three little peas on the bedstead. Then, she laid twenty mattresses one upon another over the three peas, and put twenty feather beds over the mattresses. Upon this bed, the Princess passed the night.
The next morning as she was asked how she had slept, she said that she could not close her eyes the whole night through. She had something hard under her body that hurt her so much.
Now, it was clear that the lady must be a real Princess, since she had been able to feel the three little peas and only the real Princess who could have had such a delicate sense of feeling.
The Prince accordingly made her his wife as he convinced that he had found a real Princess.
Terjemahan
Kisah Sang Putri dan Kacang Polong
Ada seorang Pangeran yang ingin menikahi Putri, tapi dia harus benar-benar seorang “Putri” yang nyata. Ia berkelana keliling dunia dengan harapan menemukan wanita seperti itu, tapi selalu ada yang salah. Akhirnya, ia kembali ke istananya karena ia gagal untuk menemukan apa yang dia inginkan.
Suatu malam, ketika hujan lebat turun dan gelap gulita, terdengar suara ketukan keras di pintu. Sang Raja, ayah Pangeran, membuka sendiri pintunya.
Ada gadis cantik yang berdiri di luar pintu. Dia dalam kondisi menyedihkan. Air menetes dari rambutnya, dan pakaiannya menempel di tubuhnya. Dia bilang dia adalah seorang putri sejati.
Ibu Ratu, tidak mengatakan apa-apa. Dia pergi diam-diam ke kamar tidur, dan mengambil pakaian tidur dari tempat tidur, dan menempatkan tiga kacang polong kecil pada tempat tidur. kemudian diletakkan di atasnya dua puluh kasur yang disusun (ditumpuk) dan diatasnya ditambahkan dua puluh selimut bulu. Sang putri pun tidur bermalam di sana.
Keesokan paginya, mereka menayakan apakah sang puteri tidur dengan nyeyak semalam, kemudia sang puteri menjawab bahwa dia tidak bisa tidur (menutup matanya) sepanjang malam. Dia merasakan sesuatu yang keras di bawah tubuhnya yang begitu menyakitinya.
Sekarang, mereka yakin bahwa wanita ini benar-benar seorang Putri, karena dia bisa merasakan tiga kacang polong kecil tersebut dan hanya Putri sejatilah yang bisa memiliki perasaan lembut seperti itu.
Sang pangeran menjadikannya istri karena ia yakin bahwa ia telah menemukan seorang Putri.
Terima kasih atas kunjungannya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kemajuan bahasa inggris kalian dan nilai bahasa inggris kalian semakin memuaskan..

Leave a Reply