Qui Jun and the Arrogant Wealthy Man

Once upon a time, there was a wealthy man called Shan who lived in a village in China. He was very popular. However, this made him very arrogant.

Qui Jun heard about his arrogance and wanted to teach Shan a lesson. He went to meet Shan. Dressed up as a commoner, he was ignored by Shan. Just then Shan’s servant came with a message. “The son of an army officer is here to see you.”

Shan said, “I will go and greet him”

Shan welcomed the son of the army officer respectfully.

After the army officer’s son had left, Qui Jun asked Shan the reason for his two-faced attitude. “Why is it that you greeted the army officer’s son so respectfully, yet behaved so arrogantly towards me?”

Shan had a quick reply, “Please don’t get me wrong. For me greeting means not greeting, as not greeting means greeting.”

Qui Jun understood Shan’s mischief and hit him on his head with his stick.

“According to your logic, beating you means not beating you and not beating you means beating you. Therefore, I have to give you a beating,” said Qui Jun.

Shan immediately realized the folly of his actions and started showing respect to everyone he met, irrespective of their status.

Terjemahan

Kisah Qui Jun dan Lelaki Kaya yang sombong

Pada jaman dahulu, ada seorang pria kaya bernama Shan yang tinggal di sebuah desa di Cina. Dia sangat terkenal namun, hal ini membuatnya sangat sombong. Qui Jun mendengar tentang kesombongannya dan ingin memberikan Shan pelajaran. Dia  menemui Shan. Dia berpakaian seperti orang biasa, ia pun diabaikan oleh Shan.  Saat itu pembantu Shan datang dengan membawapesan. “Putra seorang perwira tentara datang ke sini untuk menemui tuan.”

Shan menjawab, “Saya akan menyambutnya” Shan menyambut putra perwira tentara dengan hormat. Setelah putra perwira tentara itu telah pergi, Qui Jun bertanya pada Shan alasan sikapnya yang berbeda. “Mengapa kamu sambut putra perwira tentara itu begitu hormat, namun berperilaku begitu angkuh terhadap saya?” Shan menjawab dengan cepat, “Tolong jangan salah paham, Bagi saya menyapa berarti  tidak menyapa, tidak menyapa berarti menyapa” Qui Jun mengerti maksud  Shan dan memukul kepalanya dengan tongkatnya. “Menurut logika Anda, memukul Anda berarti tidak memukul Anda dan tidak memukul Anda berarti memukul Anda. Oleh karena itu, saya harus memberi Anda pukulan,” kata Qui Jun.

Shan segera menyadari kebodohan tindakannya dan mulai menunjukkan rasa hormat kepada semua orang yang ditemuinya, terlepas dari status mereka.

Terima kasih atas kunjungannya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kemajuan bahasa inggris kalian dan nilai bahasa inggris kalian semakin memuaskan..

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.