A Legend of Candy Cane – Legend Narrative Text

Inilah contoh narrative text tentang A Legend of Candy Cane. Cerita ini mengisahkan seorang pembuat permen di indiana yang ingin membuat permen sebagai sebuah saksi (kecintaannya pada Yesus). Jadi dia membuat permen gula natal. Dia memasukkan beberapa simbol untuk kelahiran, pelayanan, dan kematian Yesus Kristus.

Okeh silahkan baca contoh narrative text legend dengan judul A Legend of Candy Cane dibawah ini. Selamat membaca..

A Legend of Candy Cane

A candy maker in Indiana wanted to make a candy that would be a witness, so he made the Christmas Candy Cane. He incorporated several symbols for the birth, ministry, and death of Jesus Christ.

He began with a stick of pure white, hard candy. White to symbolize the Virgin Birth and the sinless nature of Jesus, and hard to symbolize the Solid Rock, the foundation of the church, and firmness of the promises of God.

The candy maker made the candy in the form of a “J” to represent the precious name of Jesus, who came to earth as our Savior. It also represents the staff of the “Good Shepherd” with which He reaches down into the ditches of the world to lift out the fallen lambs who, like all sheep, have gone astray.

Thinking that the candy was somewhat plain, the candy maker stained it with red stripes. He used the tree small stripes to show the stripes of the scourging Jesus received by which we are healed. The large red stripe was for the blood shed by Jesus on the Cross so that we could have the promise of eternal life, if only we put our faith and trust in Him. Unfortunately, the candy became known as a Candy Cane – a meaningless decoration seen at Christmas time. But the meaning is still there for those who “have eyes to see and ears to hear”.

Terjemahannya

Sebuah Legenda Permen Tebu

Pembuat permen di Indiana ingin membuat permen yang akan menjadi saksi, jadi dia membuat Christmas Candy Cane. Dia menggabungkan beberapa simbol untuk kelahiran, pelayanan, dan kematian Yesus Kristus.

Dia mulai dengan sebatang permen putih murni dan keras. Putih untuk melambangkan Kelahiran Perawan dan sifat Yesus yang tidak berdosa, dan sulit untuk melambangkan Solid Rock, fondasi gereja, dan keteguhan janji-janji Allah.

Pembuat permen membuat permen dalam bentuk “J” untuk mewakili nama Yesus yang berharga, yang datang ke bumi sebagai Juru selamat kita. Ini juga mewakili staf “Gembala yang Baik” yang dengannya Dia menjangkau ke dalam selokan dunia untuk mengangkat domba-domba yang jatuh yang seperti semua domba, telah tersesat.

Berpikir bahwa permen itu agak polos, pembuat permen itu menodainya dengan garis-garis merah. Dia menggunakan garis-garis kecil pohon untuk menunjukkan garis-garis pencambukan yang Yesus terima saat kita disembuhkan. Garis merah besar adalah untuk darah yang ditumpahkan oleh Yesus di Kayu Salib sehingga kita dapat memiliki janji kehidupan kekal, jika saja kita menaruh iman dan kepercayaan kita kepada Dia. Sayangnya, permen tersebut dikenal sebagai Candy Cane – hiasan tak berarti yang terlihat pada waktu natal. Tapi maknanya masih ada bagi mereka yang “memiliki mata untuk melihat dan mendengar dengan telinga”.

Baca juga Narrative Text (Penjelasan Dan Contoh)

Demikianlah Dongeng Bahasa Inggris , fable tentang A Legend of Candy Cane. Somoga kita dapat mendapatkan manfaat dari cerita diatas. Jangan lupa kasih comment mengenai artikel ini, dan jangan bosen mampir di blog ini lagi ya…

Terima kasih atas kunjungannya. Semoga dengan berkunjung di website British Course ini sobat bisa makin cinta bahasa inggris, dan nilai bahasa inggris sobat semakin memuaskan. Dan semoga kita bisa belajar bahasa inggris bareng dan saling mengenal. Komentar, saran dan kritik dari sobat kami harapkan demi kemajuan website ini. Thanks..
About admin 1297 Articles
Admin is an English teacher and undergraduate student of university in central java. English is a favorite lesson during admin's study. This site is a space to share English material to contribute in English development for English learner. Admin hopes this site can be useful for all of us.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*